Tiga Rahasia Orang Jepang Jarang Terkena Penyakit Jantung

Olahraga pagi di Jepang
Penyakit jantung masih tetap menjadi penyebab kematian paling umum kedua di Jepang. Sementara untuk diabetes tipe 2 dan tekanan darah tinggi serta kolesterol tingkatnya sebanding dengan Amerika Serikat. Akan tetapi, jika semua negara di dunia diberi peringkat berdasarkan kasus penyakit jantung yang dialami masyarakatnya Negeri yang memiliki julukan Matahari Terbit tersebut akan berada di tingkat paling bawah sendiri.

Untuk lebih spesifik, menurut data World Life Expectancy, Jepang memiliki tingkat kematian akibat penyakit jantung terendah ketiga di seluruh dunia yaitu 31,2%. Amerika Serikat memiliki rasio kematian mencapai 80,5%.

Tentu saja kita ingin tahu dan penasaran bagaimana cara orang Jepang merawat kesehatan jantungnya, apa rahasianya? Sebenarnya ada 3 alasan utama yang paling umum:

1. Mereka makan banyak ikan

Masyarakat Jepang adalah salah satu konsumen ikan terbesar di dunia, dan rata-rata orang Jepang menghasilkan sekitar 150 pon ikan dalam setahun atau hampir satu pon setiap harinya.

Selain memberi cukup protein sehingga mereka bisa makan lebih sedikit di siang hari, ikan juga merupakan sumber penting rantai asam lemak omega-3, sejenis asam lemak tak jenuh yang dapat menurunkan risiko peradangan kronis pada tubuh. Selain itu juga dapat mengontrol penumpukan plak dengan menurunkan kadar kolesterol.

Plak dapat menyumbat arteri dan pembuluh darah, sehingga secara perlahan memotong suplai darah cukup ke berbagai area tubuh termasuk jantung. Efeknya dapat meningkatkan tekanan darah seseorang. Terlalu banyak plak juga dapat menyebabkan gumpalan darah, yang dapat memicu serangan jantung jika pecah.

2. Mereka rajin berolahraga

Di Jepang, olahraga sudah merupakan bagian dari gaya hidup. Setiap pagi, sekitar pukul 6:30, pria dan wanita, tanpa memandang usia, bangun dan bergabung untuk melakukan raijo taiso (olahraga pagi). Latihan disiarkan melalui stasiun radio, dan berlangsung selama sekitar 15 menit. Meski olahraga pagi ini tidak diwajibkan, nyatanya masih banyak yang tetap mematuhinya.

3. Melawan obesitas sedari dini

Jepang memiliki salah satu tingkat obesitas terendah di dunia dengan kurang dari 4% pria dan wanita memiliki indeks massa tubuh (BMI) lebih dari 30. Tentu saja, baik olahraga maupun diet berperan, tetapi ada aturan pemerintah sangat kontroversial di Jepang, yang disebut hukum metabo.

Undang-undang menetapkan bahwa pria dan wanita yang berusia antara 40 dan 74 tahun tidak boleh melampaui batas yang ditetapkan: 33,5 inci untuk pria dan 35,4 inci untuk wanita. Mereka yang tidak dapat memenuhi pedoman diwajibkan untuk menjalani konseling sementara dengan ahli diet. Sedangkan perusahaan yang tidak dapat membantu karyawannya menurunkan berat badan akan didenda.
Loading...

Jangan Lewatkan


Tulis Komentar Sembunyikan Komentar

Disqus Comments