8 Penyakit Berbahaya Akibat Sering Gonta-ganti Pasangan Seksual

Penyakit HIV/AIDS
Ilustrasi tanda penyakit HIV/AIDS

Secara medis memang telah disebutkan bahwa berhubungan seks dengan banyak orang (gonta-ganti pasangan) tidaklah aman, banyak risiko penyakit yang dapat ditimbulkannya. Mereka yang sering berganti-ganti pasangan seks sangat terkena infeksi menular seksual (IMS).

Penyakit-penyakit ini biasanya tidak langsung muncul segera melainkan akan secara perlahan dirasakan seiring berjalannya waktu, namun biasanya tidak lama. Adapun risiko penyakit yang bisa ditimbulkan akibat sering gonta-ganti pasangan seks adalah:

Chlamydia: Penyakit ini lebih sering terjadi pada wanita daripada pada pria. Masa inkubasinya berkisar antara 3 hingga 30 hari, beberapa orang tidak mengalami gejala mencolok dan tidak sadar bahwa sebenarnya ia telah menderita penyakit ini sampai bertahun-tahun kemudian.

Gonore: Penyakit ini menyebar terutama melalui kontak seksual yang disebabkan oleh bakteri Gram-negatif Neisseria gonorrhoeae. Orang yang berhubungan seks dengan banyak pasangan berisiko sangat tinggi terkena gonore. Masa inkubasi penyakit gonore sangat singkat, rata-rata hanya 2-4 hari setelah hubungan seksual. Beberapa lainnya juga ada yang 24 jam hingga 1 bulan baru dirasakan.

Sifilis: Di antara penyakit IMS lainnya, sifilis dianggap paling berbahaya setelah HIV / AIDS. Gonta-ganti pasangan seksual sangat berisiko tinggi terkena sifilis. Sifilis berpotensi menimbulkan kerusakan pada organ penderitanya, termasuk sistem kardiovaskular, sendi, dan otak.

Lebih berbahayanya, gejala sifilis bisanya tersembunyi atau tidak langsung dirasakan. Penyakit ini bisa muncul dan menghilang setelah beberapa waktu, yang membuat beberapa orang berpikir bahwa penyakitnya sudah hilang, padahal tidak.

Baca juga: Tanda Awal Terkena HIV/AIDS

Genital warts: Genital warts atau kutil kelamin disebabkan oleh virus HPV. Tanda-tanda yang terlihat dari penyakit kutil kelamin ini adalah munculnya bintik-bintik mirip bunga kol pada alat kelamin. Masa inkubasi genital warts berkisar dari 3 bulan hingga 1 tahun.

Genital herpes: Suatu penyakit yang disebabkan oleh virus HSV dengan masa inkubasi pendek hanya 3-6 hari. Penderitanya akan mengalami rasa gatal terus menerus pada organ intimnya.

Trichomonas vaginalis: Menyebabkan infeksi vagina pada wanita. Penyakit ini biasanya muncul 1-2 minggu setelah hubungan seksual.

HIV / AIDS: Sampai sekarang, ilmu pengetahuan belum menemukan obat yang pasti untuk menyembuhkan HIV/AIDS. Karena itu, orang yang sering berhubungan seks dengan banyak orang harus mewaspadai akan dampak dari penyakit HIV/AIDS ini.

Hepatitis B: Virus hepatitis B biasanya muncul setelah 40 hingga 110 hari berhubungan seks.

Nasihat dari Ahli Kesehatan

Sudah menjadi fakta umum bahwa gonta-ganti pasangan seksual dapat meningkatkan risiko terkena penyakit menular seksual. Para ahli selalu memperingatkan bahwa seseorang seharusnya tidak boleh lantas senang begitu saja jika tidak melihat gejala apa pun di awal. Karena beberapa penyakit menular seksual memiliki masa inkubasi yang sangat lama, penyakit ini dapat bermanifestasi setelah beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian.

Selalu jaga kesehatan diri sendiri masing-masing, cintai satu pasangan anda dan hindari hubungan seksual yang tidak sehat. Jangan korbankan kesehatan demi sesuatu hal yang sifatnya hanya sesaat.

Loading...

Leave a Comment