Beranda Sains Diet Makan Nasi Ternyata bisa Mencegah Obesitas, Menurut Penelitian

Diet Makan Nasi Ternyata bisa Mencegah Obesitas, Menurut Penelitian

Diet makan nasi
Semangkuk nasi

Para ahli menemukan bahwa orang-orang yang mengikuti diet gaya Jepang atau Asia yang berbasis pada beras lebih kecil kemungkinannya mengalami obesitas daripada mereka yang tinggal di negara-negara di mana konsumsi beras relatif rendah.

Di sisi lain, para peneliti mengatakan bahwa diet rendah karbohidrat, dengan membatasi jumlah asupan nasi adalah strategi penurunan berat badan yang cukup populer di negara-negara berkembang tetapi bagaimana efek nasi terhadap obesitas itu sendiri belum ada penjelasan yang resmi.

Dalam melakukan penelitiannnya, para ilmuwan mengamati konsumsi beras dalam hal gram per hari per orang dan asupan kalori di 136 negara. Mereka juga melihat data indeks massa tubuh (BMI) masing-masing orang.

Di Inggris, ditemukan bahwa orang-orang mengonsumsi hanya 19 gram beras sehari, masih cukup jauh di bawah negara lain seperti Kanada, Spanyol, dan AS.

Para peneliti menghitung bahwa bahkan peningkatan konsumsi beras 50 g per hari per orang dapat mengurangi prevalensi obesitas di seluruh dunia sebesar 1% (dari 650 juta orang dewasa menjadi 643,5 juta).

Profesor Tomoko Imai, dari Sekolah Doshisha Women’s College of Liberal Arts, Kyoto, Jepang, yang memimpin penelitian tersebut, mengatakan: “Asosiasi yang diamati tersebut menunjukkan bahwa tingkat obesitas cukup rendah di negara-negara yang mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok.

“Karena itu, makanan Jepang atau makanan gaya Asia berdasarkan nasi dapat membantu mencegah obesitas.

“Mengingat meningkatnya tingkat obesitas di seluruh dunia, makan lebih banyak nasi harus direkomendasikan untuk mencegah terkena obesitas bahkan di negara-negara barat.”

Alasan mengapa nasi dapat membantu mengontrol obesitas, Prof Imai mengatakan beras adalah makanan rendah lemak: “Kemungkinan kandungan serat, nutrisi, dan senyawa tanaman yang ditemukan dalam biji-bijian utuh dapat meningkatkan rasa kenyang sehingga mencegah makan berlebihan.”

Para penulis menyimpulkan: “Prevalensi obesitas secara signifikan lebih rendah di negara-negara dengan pasokan beras yang lebih tinggi bahkan setelah mengontrol gaya hidup dan indikator sosial ekonomi.”

Tam Fry, ketua National Obesity Forum, mengatakan: “Kami telah mengetahui selama berabad-abad bahwa populasi timur jauh cenderung lebih ramping daripada di barat karena beras adalah makanan pokok mereka, tetapi beberapa spesialis obesitas mungkin sudah mengetahui alasannya kenapa.

“Penelitian baru ini adalah yang pertama kali berhipotesis bahwa kita dapat mengatasi obesitas dengan makan dalam jumlah yang lebih sedikit.”

Studi ini telah dipresentasikan pada Kongres Eropa tentang Obesitas di Glasgow.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here