Mengenal Berbagai Bakteri Penyebab Demam dan Penyakit

Gambar bakteri virus
Ilustrasi gambar bakteri virus

Berbagai bakteri penyebab demam bisa dikenali melalui jenis penyakit dan gejala yang dialami oleh seseorang. Bakteri-bakteri tersebut bisa menyerang dengan cara yang berbeda-bea, seperti halnya bakteri yang menimbulkan demam tifoid akan berbeda dengan bakteri yang menyebabkan demam reumatik atau penyakit disentri. Berikut ini adalah macam-macam bakteri yang bisa menyebabkan penyakit demam tifoid, disentri, dan demam reumatik.

Bakteri Penyebab Demam Tifoid

Demam tifoid merupakan penyakit yang lebih dikenal dengan sebutan tifus, yakni infeksi saluran cerna yang akut akibat terinfeksi bakteri Salmonella typi. Penyebab utama yang bisa menimbulkan demam ini ditularkan lewat makanan dan minuman yang tidak higienis. Bakteri tersebut masuk lalu berkembang biak di dalam saluran cerna sehingga menginfeksi saluran peredaran darah dan menyebabkan peradagang pada bagian usus besar dan usus halus.

Gejala yang biasanya muncul pada orang yang terkena penyakit ini adalah sebagai berikut.

  • Masa inkubasi atau munculnya gejala tifus berlangsung selama 7 sampai 14 hari, bergantung pada berapa banyak bakteri yang menginfeksi tubuh.
  • Gejala yang biasanya muncul pada minggu pertama adalah infeksi akut seperti demam disertai dengan sakit kepala, mual-mual, muntah, nafsu makan berkurang, sakit perut, gangguan pencernaan seperti diare, dan sembelit.
  • Gejala yang muncul pada minggu kedua adalah peningkatan suhu tubuh dan demam secara terus-menerus, nafas yang berbau tidak sedap, kulit menjadi lebih kering, rambut dan bibir menjadi kering, lidah berwarna putih dan kotor, pembesaran pada organ hati dan limpa sehingga terasa sakit pada saat diraba, dan perut akan terasa kembung.

Gejala tersebut harus diperiksakan ke dokter secara fisik, lalu diperiksa pula di laboratorium untuk menghasilkan hipotesis atau diagnosis yang tepat. Sementara itu, pengobatan yang biasanya dilakukan terhadap orang yang terserang demam tifoid ini antara lain adalah dengan menjaga kehigienisan makanan dan minuman yang dikonsumsi, menjaga pola makan agar tetap sehat, dan menjaga pola hidup yang juga sehat. Pola hidup sehat seperti berolahraga, minum air putih sebanyak delapan gelas per harinya untuk mengeluarkan bakteri dan virus yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.

Jika penyakit ini tidak ditanggulangi secara cepat dan tepat, akan mucul komplikasi yang bisa menyebabkan kematian. Komplikasi yang dimaksud meliputi kebocoran pada usus, infeksi selaput usus, peradangan pada paru-paru, perdarahan usus, dan kelainan pada otak. Seluruh penyakit itu bisa menyebabkan tubuh menjadi tidak seimbang, daya tahan tubuh menurun, dan berujung pada kematian.

Bakteri Penyebab Disentri

Penyakit selanjutnya yang bisa disebabkan oleh bakteri adalah disentri. Disentri sendiri merupakan gangguan atau peradagang yang terjadi pada usus sehingga menyebabkan diare berat pada pengidapnya.

Gejala yang biasanya muncul pada orang yang mengalami disentri adalah sakit perut dan banyak mengeluarkan air besar dengan konsentrasi feses encer. Bakteri yang menyebabkan penyakit ini adalah parasit Entamoeba Hitolytica, Pleismonas Shigelliodes, Salmonella Spp., Vibrio Parahaemolyticus, Shigella Spp., Enteriinnasive E. Col, dan  Aeromonus Spp.

Bakteri-bakteri tersebut bisa ditemukan di mana saja karena tingkat kebersihan yang kurang baik serta adanya reaksi biokimia dan serologi. Sumber penularan paling penting dari bakteri ini adalah manusia yang menyebarkannya melalui mulut dan keluar dari tubuh orang sakit melalui kotoran yang dikeluarkannya. Tangan yang kotor setelah buang air besar bisa menjadi penyebab paling besar pengaruhnya terhadap penyebaran penyakit ini.

Selain melalui kotoran manusia, ada juga bakteri penyebab disentri yang menular melalui air yang sudah terkontaminasi. Oleh sebab itu, kita harus senantiasa menjaga kondisi air agar tetap dalam keadaan higienis. Misalnya saja, susu yang dipasterisasi secara tidak higienis juga bisa menyebabkan penyakit disentri.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, penyakit disentri juga bisa disebabkan oleh reaksi biokimia laktosa negatif, sinyal negatif pada bahan kimia, dan antigen somatik 0 yang bersamaan. Terakhir, hal yang bisa mengakibatkan penularan bakteri yang menyebabkan disentri adalah unggas. Unggas yang bertelur dan dagingnya bisa sangat mudah menyebarkan bakteri sehingga pengolahan telur dan bahan daging harus dilakukan sehigienis mungkin agar tidak terjadi penularan bakteri penyebab disentri.

Bakteri Penyebab Demam Reumatik

Demam reumatik yaitu penyakit inflamasi yang bisa berkembang akibat adanya komplikasi infeksi bakteri streptokokus. Demam ini bisa terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa. Pada wanita, penyakit ini lebih mudah untuk terjadi.

Penyakit ini juga bisa menimbulkan dampak yang tidak baik pada kulit, otak, jantung, dan sendi sehingga bisa juga menyebabkan kerusakan permanen pada katup jantung, menyebabkan gagal jantung, bahkan beberapa orang pernah mengalami kematian akibat demam ini.

Sampai saat ini, belum ditemukan obat yang tepat untuk demam reumatik karena obat yang digunakan hanya bisa meredakan gejala dan mencegah penyakit tersebut kambuh. Hal ini disebabkan oleh penyakit tersebut yang terbilang langka, terutama bagian negara maju. Beberapa negara yang penduduknya mengalami penyakit ini hanya terjadi di beberapa negara berkembang.

Gejala yang menunjukkan adanya penyakit demam reumatik ini adalah sebagai berikut.

  • Nyeri sendi dan bengkak pada persendian seperti pada bagian lutut dan pergelangan kaki, lalu menjalar ke bagian persendian lainnya.
  • Muncul benjolan pada bagian bawah kulit.
  • Terasa nyeri di bagian dada.
  • Sakit kepala, demam tinggi, dan mudah marah.
  • Mimisan, sulit tertawa atau menangis, dan sakit perut.
  • Sesak napas, berkeringat, mudah lelah, mual, dan muntah.
  • Ruam pada kulit.

Penyakit ini bisa disebabkan oleh bakteri Streptococcus maupun kelainan genetika. Pada orang yang memiliki kelainan genetika, penyakit ini lebih mudah untuk dialami dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki kelainan genetika.

Sementara itu, bakteri Streptococcus bisa menginfeksi tubuh sampai terjadi penyakit demam reumatik ini karena lingkungan tidak higienis, sanitasi buruk, kehidupan masyarakat yang miskin, dan pola hidup yang buruk. Demam reumatik ini akan menyebabkan komplikasi setelah seseorang mengalami infeksi tenggorokan, infeksi kulit, infeksi bagian luar tubuh, dan demam tinggi.

Banyak dari orang yang terinfeksi bakteri ini mengalami peurunan daya tahan tubuh sehingga lebih mudah terserang penyakit lainnya, sampai akhirnya mengalami kematian. Organ-organ tubuh yang penting dapat terinfeksi secara cepat ketika daya tahan tubuh sudah mulai menurun. Oleh sebab itu, pola makan dan kehigienisan makanan dan minuman menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan apabila Anda tidak ingin menderita penyakit ini.

Demikianlah tiga penyakit yang bisa disebabkan oleh bakteri yang muncul dan hidup berdampingan dengan manusia. Dengan demikian, Anda sudah mengetahui macam-macam bakteri penyebab demam dan penyakit lainnya yang bisa menimbulkan komplikasi atau bahkan kematian. Gunakanlah media yang bersih, sanitasi yang bersih, makanan dan minuman higienis, serta pola hidup sehat agar bisa terhindar dari penyakit-penyakit yang sudah disebutkan di atas.

Leave a Comment