Memahami Perbedaan Antara Kanji dan Hiragana dalam Bahasa Jepang

Alfabet Kanji
NINJA (dalam alfabet Kanji)

Sebelumnya telah dibahas mengenai perbedaan antara Katakana dan Hiragana dalam penulisan bahasa Jepang. Bagi pemula yang baru belajar bahasa Jepang mungkin akan merasa sangat asing dan bingung dengan tata bahasanya. Tidak seperti bahasa latin, penulisan huruf Jepang memiliki beberapa variasi.

Kali ini kita akan membahas mengenai perbedaan antara Kanji dan Hiragana. Memahami perbedaan keduanya penting jika kamu sekalian berencana ingin belajar bahasa Jepang. Sebelum melompat untuk membahas kedua istilah tersebut, baiknya kita pahami terlebih dahulu sedikit informasi latar belakang dari keduanya.

Pada awal mulanya bahasa Jepang tidak memiliki skrip atau bentuk penulisan khusus untuk menulis hingga abad ke-4 M. Bangsa Jepang harus mengimpor skrip dari Cina melalui Korea untuk diadaptasi dan digunakan sebagai skrip mereka sendiri.

Dengan berlalunya waktu, Jepang akhirnya sudah bisa mengembangkan bahasa penulisannya sendiri yang terinspirasi dari karakter Cina. Proses pengembangan ini memunculkan dua skrip berbeda yang dikenal sebagai Hiragana dan Katakana.

Bahasa Jepang modern adalah campuran dari kedua skrip ini. Ada istilah lain yang dikenal sebagai Kanji dimana ini cukup membingungkan banyak siswa yang belajar bahasa Jepang. Kanji adalah karakter Cina yang digunakan saat menulis bahasa Jepang dan jumlahnya mencapai 5.000 hingga 10.000 bentuk. Seorang siswa Jepang diharapkan mampu menguasai sebagian besar karakter ini pada saat ia lulus ujian kelas 10.

Apa itu Kanji dan Apa itu Hiragana?

Kanji sebenarnya adalah versi Jepang dari kata Cina hanzi, yang secara harfiah berarti karakter Han. Bukan hanya karakter Cina, tetapi juga kata-kata Cina yang banyak dipinjam oleh Jepang saat mengembangkan skrip mereka sendiri. Tidak mengherankan kalau hampir setengah dari kosakata bahasa Jepang terdiri dari kata-kata Cina.

Dengan demikian, kita dapat memahami bahwa bahasa Jepang terdiri dari tiga huruf berbeda yang disebut Hiragana, Katakana, dan Kanji. Orang dapat membedakan antara huruf-huruf ini dengan penampilan dan penggunaannya.

Hiragana dan Katakana secara kolektif disebut sebagai Kanamoji, dan keduanya berisi 47 karakter yang memiliki suara fonetik yang berbeda. Beberapa karakter terlihat sama dan bahkan memiliki suara yang sama, meskipun memiliki penggunaan yang berbeda. Hanya orang Jepang asli yang dapat membedakannya karena kesamaan tersebut menimbulkan kesulitan bagi siswa asing yang belajar bahasa Jepang.

Hiragana digunakan untuk mewakili kata-kata Jepang asli, sedangkan Katakana digunakan untuk saduran kata-kata Cina sehingga, pembaca langsung tahu tentang kata-kata asing yang digunakan. Kanji adalah alfabet utama dalam bahasa Jepang dengan setiap kata yang mengandung konsep atau kata yang berbeda. Karakter kanji memiliki banyak makna. Hal ini seringkali membuat orang asing yang belajar bahasa Jepang merasa kesulitan dalam memahami kanji.

Perbedaan Antara Kanji dan Hiragana

Bagi yang sudah terbiasa dengan A, B, C, D, dst, memiliki tiga jenis huruf berbeda mungkin tampak agak konyol. Ini lantaran kita harus cukup menghafalkan dengan 26 karakter untuk bisa menyusun kata dan tata tulis sebagaimana mestinya.

Di Jepang, ketiga jenis huruf tersebut memang harus dikuasai jika ingin mempelajari bahasa Jepang secara sempurna. Seperti kita ketahui, bahasa pada dasarnya adalah bagian dari budaya. Selain huruf Jepang, sebenarnya masih ada juga bahasa lain yang sama rumitnya. Sebagai contoh, alfabet Tamil yang memiliki 247 karakter, meskipun tidak sebanyak karakter Jepang.

Perbedaan antara Kanji dan Hiragana

• Kanji adalah ideograf dari karakter Cina. Kanji umumnya digunakan untuk kata benda dan batang kata kerja.

• Kanji juga digunakan untuk menulis nama Jepang dan nama tempat.

• Hiragana adalah huruf yang berevolusi dari aksara Cina ketika diadaptasi di Jepang untuk penggunaan lokal.

• Bahasa Jepang tulisan modern adalah campuran dari Hiragana dan Kanji.

Leave a Comment