Beranda Pengetahuan Permainan Kecerdasan Otak yang Bagus untuk Anak Usia Balita

Permainan Kecerdasan Otak yang Bagus untuk Anak Usia Balita

Anak usia balita cenderung belajar dengan cepat, dan sebagian besar dari pembelajaran itu mereka capai melalui permainan, menurut Education.com. Dalam hal ini, Anda sebagai orangtua dapat memfasilitasi pembelajaran anak dengan ikut serta bermain dengannya. Tujuannya agar si anak lebih optimal dalam mempraktikkan pembelajarannya berulang kali.

Dengan penuh rasa kasih sayang, melalui permainan masa kecil yang sederhana pun, Anda dan anak dapat bersenang-senang sambil membangun perkembangan kognitifnya.

Hiding and Memory Game (Petak Umpet)

Permaianan petat umpet
Ilustrasi permaianan petak umpet

Untuk membantu bayi memahami keberadaan objek, suatu konsep bahwa objek akan terus ada meski saat objek tersebut tidak terlihat, sembunyikan mainan favoritnya di bawah selimut kemudian dorong si anak untuk mencarinya.

Saat anak masih balita, perkenalkan permainan Hide-and-Seek alias petak umpet dengan menyembunyikan mainannya. Ajari dia untuk menghitung sampai 10 saat Anda menyembunyikan mainan, dan kemudian biarkan dia mencarinya sendiri.

Anda sebagai orangtua bisa mendorongnya dengan sebuah kalimat, misalnya, “Apakah kamu sudah melihatnya di bawah kursi?” atau “Mungkin juga di balik tirai”. Tujuannya untuk memperkuat susunan dalam pemahaman posisi kata-kata.

Setelah anak memasuki usia prasekolah atau PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), Anda dapat mulai memainkan permainan pencocokan ingatan menggunakan kartu yang memiliki pasangan gambar sama.

Mulailah dengan empat atau lima pasang kartu dulu yang diposisikan terbalik dan minta si anak membalikkan dua kartu sekaligus, mengingat dan mencari pasangan kembarannya. Ketika ingatannya meningkat, Anda dapat menambahkan lebih banyak kartu ke dalam permainan ini. Ketika ia sudah mencapai usia sekolah dasar, buatlah kartu menggunakan huruf, angka atau kata-kata sederhana.

Sorting Game (Permainan Pilah-pilih)

Permainan untuk anak
Ilustrasi permaianan pilah-pilih

Anak-anak kecil akan secara naluriah belajar mengenali persamaan dan perbedaan di antara benda-benda di sekitarnya. Menurut Departemen Pendidikan Kansas, bayi yang memasuki usia satu tahun dapat mulai menggunakan mainan yang memiliki bagian yang cocok atau sama, seperti misalnya penyortir bentuk atau teka-teki sederhana untuk mencocokkan bentuknya yang mirip. Intinya anak dalam hal ini belajar penyortiran dan memilih benda-benda yang sama untuk dikumpulkan menurut persamaannya.

Balita dan anak-anak prasekolah biasanya akan senang menyortir mainannya ke dalam kategori berdasarkan warna atau ukurannya yang memiliki kesamaan. Jadi Anda dapat mendorong anak dengan mengatakan kalimat seperti, “Ayo kita lihat apakah (nama anak) bisa menemukan semua mobil yang berwarna biru dan mengelompokkannya.”

Anda juga dapat mengajarkan pelajaran kepada anak dalam situasi praktis. Misalnya, saat sedang mengambil cucian, Anda dapat meminta anak untuk membantu menyortir pakaian menjadi tumpukan berdasarkan warna atau kepunyaan pakaian (ini miliknya ayah, ibu, kakak, dll).

Setelah anak mampu mengurutkan objek ke dalam kategori yang tepat, dorong dia untuk menghitung objek tersebut dan membandingkan kelompok mana yang memiliki lebih banyak item. Ketika dia memasuki prasekolah nanti, dia akan dapat mengurutkan objek berdasarkan fungsinya, seperti “benda yang terbang” atau “barang yang bisa kita makan.” Berikan anak beberapa benda rumah tangga dan dorong dia untuk menyortirnya ke dalam kategori yang dia pilih.

Permainan kartu

Permainan kartu
Ilustrasi permainan kartu

Setumpuk kartu dapat digunakan untuk beberapa permainan belajar yang berbeda dengan anak-anak dari segala usia. Balita dapat menggunakannya untuk permainan kecocokan atau mereka dapat mengurutkannya berdasarkan warna.

Anak-anak prasekolah yang sedang belajar berhitung dan mengenali angka dapat menggunakannya untuk mengurutkan angka-angka yang terdapat pada kartu. Anak-anak prasekolah yang lebih tua memiliki lebih banyak indera angka dan dapat membandingkan angka mana yang lebih besar.

Untuk memainkan permainan perbandingan yang sederhana, bagilah setumpuk kartu menjadi dua dan berikan satu-setengah untuk setiap pemain. Mintalah kedua pemain membalik kartu teratas dari tumpukannya dan meletakkannya di atas meja. Melihat kedua angka tersebut, mintalah para pemain memutuskan mana yang ‘lebih besar’.

Pemain dengan kartu yang lebih tinggi kemudian akan menempatkan kedua kartu tersebut di tumpukannya. Terus bermain sampai satu pemain telah mengumpulkan semua kartu yang ada. Ketika anak sudah mencapai sekolah dasar, ia mungkin sudah siap untuk menggunakan beberapa aturan tambahan saat memainkan variasi permainan ini. Suruh pemain membalik dua kartu dan menambahkan angkanya secara bersamaan. Pemain dengan jumlah yang lebih tinggi akan memenangkan semua kartu.

Permainan Gerakan

Permainan engklek
Permainan engklek

Belajar tidak harus dilakukan sambil duduk atau diam. Biarkan anak Anda memenuhi kebutuhannya untuk bergerak dengan memainkan beberapa permainan menyenangkan di luar. Anda dapat melatih menghitung dan pengenalan angka pada anak dengan permainan sondah/engklek. Anak-anak yang lebih kecil dapat menghitung begitu mereka melompat di setiap kotak, sementara anak prasekolah yang lebih tua dapat menemukan nomor yang orangtua ucapkan.

Permainan engklek dapat dilakukan di mana saja, yang penting tempatnya datar dan bisa digambari garis kotak-kotak. Gambarlah beberapa bentuk kotak-kotak engklek di tanah menggunakan berbagai warna. Kemudian tunjukkan instruksi bagaimana si anak harus bergerak ke setiap bentuk. Misalnya, “Lompat ke segitiga biru,” atau “Lewati ke lingkaran ungu.” Aktivitas ini sangat bermanfaat melatih keterampilan mendengarkan sembari olahraga membakar energi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here