Sejarah Awal Mula Permainan Monopoli dan Manfaatnya bagi Pemain

Permainan Monopoli
Permainan Monopoli

Monopoli atau monopoly adalah salah satu permainan yang sering dimainkan di sekitar kita. Permainan monopoli adalah permainan yang sudah lama dan masih digemari sampai sekarang. Walau peraturannnya masih sama, namun banyak juga perubahan yang dilakukan agar permainan semakin mengasyikkan. Permainannya dan tata cara bermainnya mudah. Siapa saja bisa ikut bermain.

Tahukah Anda bahwa bermain monopoli juga adalah permainan strategi, terutama strategi pasar dalam menentukan kapan saatnya membeli, menyewa atau jalan terus. Asyik, ya. Monopoly merupakan permainan papan yang paling populer di seluruh dunia. Tujuan dari permainan ini yaitu untuk menguasai seluruh petak di atas papan dengan cara pembelian, penyewaan, serta pertukaran properti, tentunya dengan sistem ekonomi yang sudah disederhanakan.

Dalam aturan permainnya, setiap pemain melempar dadu secara bergantian untuk memindahkan bidaknya. Jika seorang pemain berhasil mendarat di sebuah petak yang sama sekali belum dipunyai oleh pemain lainnya, ia diperbolehkan membeli petak tersebut sesuai dengan harga yang tercantum. Jika petak tersebut telah dibeli oleh pemain lainnya, tentu ia wajib membayar pemain itu dengan uang sewa yang jumlahnya telah ditentukan.

Sejarah Permainan Monopoli

Sebelum permainan strategi ini dikenal, sudah ada permainan-permainan yang serupa seperti The Landlord’s Game yang dibuat oleh Elizabeth Magie dengan tujuan mempermudah orang untuk memahami bagaimana para tuan tanah memperkaya diri sendiri dan memiskinkan para penyewa. Permainan ini diperkenalkan oleh Elizabeth Magie pda 1904.

Meskipun permainan ini sudah dipatenkan, tak ada satu pun produsen yang memproduksinya secara luas hingga akhirnya pada 1910, diproduksi oleh The Economic Game Company di New York. Sementara itu, di Britania Raya, permainan ini diproduksi pada 1913 oleh The Newbie Game Company di Kota London dengan nama populer Brer Fox an’Brer Rabbit.

Selain lewat pemasaran dan penjualan, permainan ini pun disebarkan dari mulut ke mulut serta variasi-variasi lokal pun mulai berkembang. Salah satu variasi tersebut dikenal dengan sebutan Auction Monopoly yang kemudian disingkat jadi Monopoly. Kemudian, permainan ini dipelajari oleh Charles Darrow lalu dipatenkan sekaligus dijual olehnya sendiri kepada Parker Brothers sebagai ciptaannya sendiri. Parker Brothers mulai memproduksi secara besar-besaran permainan strategi ini pada tanggal 5 November 1935.

Peralatan Permainan Monopoli

Apa saja peralatan-peralatan yang ada di dalam permainan ini? Untuk memainkan permainan strategi ini, diperlukan peralatan-peralatan berikut.

  • Bidak-biduk sebagai perwakilan dari para pemain. Di dalam kotak permainan, tersedia 10 bidak, yakni anjing, setrika, topi, mobil, kapal perang, gelas, gerobak, kudan, meriam, dan sepatu.
  • Dua buah dadu dalam permainan ini memiliki sisi sebanyak enam.
  • Kartu hak milik yang ditujukan untuk setiap properti. Kartu hak milik ini akan diberikan kepada pemain yang membeli properti tersebut. Di bagian atas kartu, tercantum harga properti, harga gadai, harga sewa, harga hotel, dan harga rumah.
  • Uang-uangan untuk bermain.
  • 32 rumah serta 12 hotel dari kayu atau dari plastik. Biasanya, rumah berwarna hijau dan hotel berwarna merah.
  • Kartu-kartu Dana Umum dan juga Kesempatan.

Selain peralatan-peralatan tersebut, ada satu lagi peralatan dalam permainan ini, yaitu papan permainan. Papan permainan ini dilengkapi dengan petak-petak.

  • Ada sekitar 22 tempat yang dibagi jadi 8 kelompok berwarna dan masing-masing dua atau sampai tiga tempat. Seorang pemain wajib hukumnya menguasai sebuah kelompok warna sebelum diperbolehkan membeli hotel atau rumah.
  • 4 stasiun kereta. Pemain mendapat sewa yang lebih tinggi jika dirinya mempunyai lebih dari sebuah stasiun. Namun dengan syarat, di atas stasiun tak boleh dibangun hotel ataupun rumah.
  • 2 perusahaan, yakni perusahaan listrik dan perusahaan air. Pemain mendapat sewa yang lebih tinggi jika dirinya mempunyai keduanya. Perlu dicatat bahwa rumah dan juga hotel tak boleh dibangun di atas perusahaan tersebut.
  • Petak-petak Dana Umum dan Kesempatan. Pemain yang berhasil mendarat di bagian atas petak ini diharuskan mengambil sebuah kartu serta menjalankan perintah di atasnya.

Monopoli dan Ular Tangga

Dahulu, mungkin sebelum permainan ini populer, sudah ada permainan sejenis yang menggunakan kocok dadu, namanya permainan Ular Tangga. Sesuai namanya, kita akan melihat banyak kotak yang disusun dari nomor 1 sampai 100. Kita harus mulai dari angka satu terus naik sesuai dengan putaran dadu sampai ke angka seratus.

Akan tetapi, tidak semudah itu tentunya, karena kita akan diberi rintangan ular dan bantuan tangga. Kalau bertemu tangga, maka Anda akan naik secara cepat, tapi bertemu ular, siap-siap turun tingkat. Permainan ular tangga mirip dengan permainan monopoli. Keduanya memakai sebuah papan karton yang sudah dilabeli, sepasang dadu, dan buahnya. Kalau ular tangga, ya cukup saja dengan itu, tapi monopoli lebih rumit lagi, di sana ada uang, peraturan, kartu sewa dan kartu beli, kartu kesempatan dan teka-teki.

Permainan ini tidak bisa dimainkan berdua, makin banyak pemain makin seru, karena persaingan semakin ketat. Satu orang bertugas sebagai Bankir yang mengatur keluar masuk uang pada para pemain. Lemparkan dadu Anda dan mulai bermain.

Monopoli dan Strategi

Seperti yang sudah dibahas di atas, bahwa main monopoli sama dengan main strategi. Kenapa begitu? Benar, karena ujung-ujungnya akan dinilai siapa yang paling mempunya aset yang banyak dan yang memiliki sisa uang terakhir.

Perhatikan setiap tempat yang disinggahi. Anda akan diberi pilihan untuk membelinya. Jika sudah dibeli, siapa pun yang melewati akan dikenakan sewa. Setiap tempat berbeda harganya. Ada yang murah, ada yang mahal. Tinggal bagaimana mengaturnya. Selain keberuntungan, juga perlu taktik jitu agar menang dalam permainan tersebut.

Bermain monopoli bisa membunuh waktu secara cepat. Mula-mula memulai, nanti kita akan geregetan sendiri kalau sampai kalah dan terpaksa harus menjadi bandar dan berhenti bermain.

Monopoli dan Pelajaran Bisnis

Mungkin terdengar lucu kalau kita belajar dari sebuah permainan. Tapi, monopoli menggambarkan strategi dan keberuntungan itu saling berbarengan. Jadi, bagaimana Anda mengubah angka dadu yang keluar kemudian membuat permainan tetap Anda ungguli. Anda akan dihadapkan pada beberapa pilihan, terutama pilihan untuk meminjam uang pada bandar/Bank.

Toh, di dunia nyata pun banyak yang begitu. Anggaplah permainan ini adalah simulasi Anda dalam berbisnis. Namun, tetap harus diingat namanya permainan, ya tetap permainan. Kejujuran dan fairplay sangat penting dalam bermain.

Lalu, apa lagi ilmu yang didapat dari permainan ini?

  1. Diversifikasi
    Agar meraih uang banyak, para pemain monopoly diharuskan menguasai properti di seluruh baris papan. Deretan properti yang bercirikan warna-warna tertentu memperlihatkan kelas ataupun segmen market masing-masing. Ada area dengan tariff sewa rumah dan ada pula kawasan dengan harga sewa yang mungkin saja membuat kebangkrutan. Bila ingin menjadi pemenang, pemain haruslah menguasai posisi-posisi strategis dari berbagai macam segmen.
  2. Manajemen Kas
    Selain melakukan pembelian terhadap properti yang berharga, permainan ini pun mengajarkan untuk menghargai uang. Belanjakanlah uang dengan sangat bijak dan hindari sejauh-jauhnya berbagai jebakan yang dapat membobol kas. Seorang pemain yang jenius pasti mengetahui apa yang sebaiknya dibeli supaya uang kas makin menjulang tinggi.

Leave a Comment