Memahami Proses Terjadinya Hujan dengan Gambar Ilustrasi

Proses terjadinya hujan
Proses terjadinya hujan

Proses Terjadinya Hujan – Awan yang kita lihat di langit terdiri dari tetesan air-air kecil, yang naik menguap ke udara ketika sinar matahari memanaskan laut. Tetes-tetesan ini lama kelamaan akan menjadi lebih besar dan lebih berat, kemudian jatuh ke tanah sebagai hujan.

Air ini kemudian mengalir ke sungai, dari daratan sungai ini lalu kembali lagi ke laut. Proses ini akan terjadi secara terus menerus dari musim ke musim, perjalanan tanpa akhir ini kita sebut dengan siklus air.

Melalui gambar ilustrasi di atas, kita akan belajar memahami bagaimana proses terjadinya hujan yang sebenarnya. Di urut dari gambar panah dari atas kiri ke kanan bawah, berikut ini penjelasan selengkapnya:

Air naik (menguap)

Matahari memanaskan laut dan mengubah air menjadi uap air yang tak terlihat oleh pandangan mata kita, naik ke atas dalam ruang udara. Uap air yang masih hangat ini kemudian mendingin menjadi jutaan tetesan air kecil, yang membentuk awan. Udara di atas bumi sangat dingin lantaran tidak terkena atau sedikit terpapar cahaya matahari.

Awan melayang

Angin meniupkan awan di atas tanah. Ketika awan melayang ke udara yang suhunya lebih dingin dari bumi, tetesan air-air kecil akan mulai bergabung bersama untuk membentuk curah hujan yang lebih besar dan lebih berat.

Hujan turun

Ketika tetesan air kecil-kecil ini jumlahnya menjadi terlalu besar dan berat, mereka jatuh dan diturunkan ke bumi kembali sebagai hujan. Udara dingin di atas dataran pegunungan tinggi seringkali membekukan air, yang kemudian jatuh menjadi hujan es atau salju.

Tahukah Kamu

Curah hujan jatuh ke bumi dengan kecepatan 5-22 mph (8–35 kpj).

Sungai yang mengalir

Air mengalir ke celah-celah tanah dan sungai, kemudian menuruni bukit ke tanah yang posisinya lebih rendah. Beberapa sungai ada yang bermuara di danau. Yang lain membawa aliran air ini kembali ke laut, yang mana proses siklus air akan kembali dimulai dari awal lagi.

Leave a Comment