Penyebab Obesitas dan Risiko Penyakit Berbahaya yang Ditimbulkannya

Kelebihan berat badan dan obesitas
Kelebihan berat badan atau obesitas

Obesitas didefinisikan sebagai orang yang memiliki indeks massa tubuh (BMI) 30 atau lebih tinggi. BMI dihitung berdasarkan berat dan tinggi badan seseorang.

Berdasarkan BMI yang dihitung menurut berat badan (kg) dibagi dengan tinggi kuadrat (m). Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), standar BMI seseorang dapat dibagi menjadi beberapa level berikut ini:

  • BMI di bawah 18,5 kg / m2: disebut berat badan kurang, kurus.
  • BMI dari 18,5 hingga 24 kg / m2: berarti normal.
  • BMI mulai dari 25 – 30: kg / m2: berarti kelebihan berat badan dan BMI di atas 30 kg / m2: disebut obesitas.

Namun rasio ini sedikit lebih rendah ketika diterapkan pada orang-orang Asia. Baru-baru ini, telah dipergunakan teknik pengukuran komposisi tubuh modern seperti mengukur dengan mesin penyerapan energi ganda menggunakan X-ray (DEXA). Hal ini memungkinkan penentuan massa lemak yang lebih akurat, massa tanpa lemak, dan total tulang tubuh. Bahkan diagnosis serta pengamatan kesehatan secara keseluruhan. Namun, karena biayanya yang mahal, cara ini belum tersedia secara di seluruh dunia.

Saat ini semakin banyak orang mulai menyadari akan dampak kesehatan yang ditimbulkan akibat kelebihan berat badan tersebut. Karena bukan hanya soal urusan penampilan saja, namun yang lebih mengkhawatirkan masalah obesitas bisa berdampak buruk pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Penyebab obesitas

Ketidakseimbangan energi

Merupakan penyebab paling umum dari kelebihan berat badan dan obesitas. Kegemukan dan obesitas terjadi ketika energi yang kita peroleh dari makanan lebih besar dari energi yang seharusnya digunakan. Makan-makanan yang mengandung lemak tinggi namun tidak diimbangi dengan aktivitas tubuh yang cukup tentu akan mengendap menjadi timbunan lemak di tubuh.

Banyak makan malas bergerak (olahraga)

Suka ngemil sambil nonton tv atau main game online hingga menyebabkan tubuh jadi kurang aktif adalah kebiasaan kurang baik namun banyak dilakukan orang. Bahkan, menonton TV selama lebih dari 2 jam sehari dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan obesitas.

Termasuk gaya hidup kurang aktif lainnya adalah: suka duduk di dalam mobil dan malas berjalan, kurang gerak karena tuntutan pekerjaan atau kebiasaan-kebiasaan di rumah yang banyak menyebabkan harus berdiam diri selama berjam-jam, ini sangat tidak bagus buat kesehatan.

Kondisi lingkungan hidup

Lingkungan hidup di kota-kota besar saat ini bahkan kurang bersahabat lagi untuk kebiasaan hidup yang sehat. Hal semacam ini juga dapat mendorong seseorang mengalami obesitas. Beberapa alasan yang mungkin adalah: Kurangnya trotoar dan ruang yang aman untuk berolahraga.

Kurangnya tempat untuk parkir, trotoar, pusat kebugaran dengan harga yang terjangkau, membuat sulit bagi banyak orang untuk membiasakan diri berolahraga. Banyak orang tidak punya waktu untuk berolahraga karena pekerjaan yang umumnya berlangsung hingga berjam-jam. Pulang dari kerja tubuh capek dan akhirnya tidak sempat bergerak lagi.

Faktor genetik

Kegemukan dan obesitas juga bisa ditularkan secara turun temurun. kamu bisa berisiko lebih tinggi kelebihan berat badan jika ada salah satu orangtua atau keduanya mengalami kelebihan berat badan (obesitas). Namun, jika kamu mampu mengimbangi hidup dengan kebiasaan makan yang sehat dan rutin berolahraga secara teratur, risikonya juga akan ikut berkurang.

Masalah kesehatan

Beberapa masalah hormon tertentu juga dapat menyebabkan kelebihan berat badan dan obesitas, seperti hipotiroidisme, sindrom Cushing dan sindrom ovarium polikistik.

Karena obat

Beberapa obat dapat menyebabkan penambahan berat badan seperti kortikosteroid, antidepresan, dan obat antiepilepsi. Obat-obatan ini memperlambat pembakaran kalori tubuh, meningkatkan nafsu makan dan menyebabkan retensi cairan. Semua faktor ini ikut serta dalam menyebabkan terjadinya penambahan berat badan.

Obesitas dan risiko penyakit berbahaya yang ditimbulkannya

Osteoartritis

Jumlah lemak yang sangat besar dalam tubuh dapat menyebabkan tekanan pada persendian. Orang yang kelebihan berat badan dan obesitas lebih mungkin menderita osteoartritis, osteoporosis, sakit kronis dan nyeri karena berat badan memberi tekanan pada tulang serta sendi. Cedera tulang belakang umumnya paling lebih banyak dialami oleh orang yang kelebihan berat badan. Orang yang mengalami obesitas juga lebih rawan terkena encok atau asam urat.

Penyakit kardiovaskular

Obesitas sering dikaitkan dengan masalah dislipidemia atau kolesterol tinggi. Ketika kolesterol sudah tinggi melampaui batas normalnya, dampaknya bisa menyebabkan fibrosis vaskular, hipertensi, stroke, infark miokard.

Di sisi lain, pada orang gemuk, jantung juga harus bekerja lebih keras untuk memompa darah guna memasok ke seluruh jaringan tubuh. Jangka panjangnya dapat membebani jantung, sehingga pada orang gemuk lebih rentan terhadap penyakit kardiovaskular. Saat ini, angka kematian akibat penyakit kardiovaskular menjadi penyebab utama di seluruh dunia, banyak di antaranya merupakan komplikasi dari obesitas.

Diabetes

Obesitas berkaitan erat dengan diabetes tipe 2 karena resistensi insulin, sebuah hormon yang mengatur gula darah serta membawa glukosa ke dalam sel untuk digunakan.

Obesitas juga bisa menyebabkan kehilangan memori: anak-anak yang kelebihan berat badan sering memiliki indeks kecerdasan yang lebih rendah daripada anak-anak dengan berat badan normal. Orang dewasa yang obesitas memiliki risiko lebih tinggi terkena Alzheimer daripada orang bertubuh normal.

Penyakit pernapasan

Pengoperasian diafragma, udara bronkial pada orang gemuk seringkali terbatas karena “lemak adiposa”, orang gemuk sering mengalami gangguan pernapasan, mendengkur, apnea tidur; semakin parah tingkat obesitas semakin serius gangguan pernapasan yang dialaminya.

Gangguan endokrin karena kelebihan berat badan

Wanita gemuk sering mengalami gangguan menstruasi, ovarium polikistik, kesulitan hamil, dan risiko infertilitas yang tinggi. Jika hamil, risiko persalinan bisa mengalami kesulitan dan bayi yang dilahirkan rentan terhadap gangguan metabolisme. Pria gemuk seringkali lemah secara fisiologis, yang juga berisiko infertilitas.

Dampak psikologis

Kelebihan berat badan dan obesitas membuat tubuh menjadi terlalu besar, sehingga pemiliknya merasa kurang percaya diri, merasa fisiknya kurang menarik lantaran tidak langsing dan kelihatan banyak lekuk tubuhnya. Orang yang kelebihan berat badan dan obesitas sering kehilangan kepercayaan dalam berkomunikasi, takut untuk tampil di depan orang banyak, stres, dan kurang fleksibel dalam banyak hal.

Leave a Comment