Beranda Binatang Mengenal Burung Walet: Mulai dari Habitat, Makanan dan Sarangnya

Mengenal Burung Walet: Mulai dari Habitat, Makanan dan Sarangnya

Burung walet
Burung walet (Foto by Pixabay)

Burung yang terkenal akibat sarang yang terbuat dari air liurnya ini adalah burung kecil yang hidup di gua-gua atau rumah dengan pencahayaan kurang bahkan tanpa cahaya. Ukuran tubuhnya yang kecil menyebabkan dia bisa meluncur dan terbang dengan kecepatan tinggi serta dibantu oleh sayapnya yang menyerupai sabit sempit dan runcing.

Karena harga sarangnya sangat tinggi, Burung Walet diternakkan oleh manusia, dengan sengaja membangun sebuah ruangan yang tertutup dengan hanya beberapa pintu berukuran kecil. Tetapi, tetap saja harga sarang Burung Walet yang termahal tuh adalah sarang Burung Walet yang diambil dari gua-gua yang terdapat ditebing-tebing yang tinggi.

Habitat Burung Walet

Seperti yang diketahui, setiap mahluk hidup pada dasarnya memilih tempat berkembangbiak yang nyaman dan aman. Begitu pula dengan Burung Walet. Walet selalu memilih tempat tinggal yang memenuhi syarat dan sesuai dengan habitat aslinya.

Tidak heran, jika Walet memilih gua-gua alam dan bangunan tertentu sebagai tempat mengembangkan populasinya. Semakin nyaman dan aman tempatnya, semakin cepat pula populasi Walet bertambah.

Tempat yang sesuai dengan habitat Walet ialah bersuhu 26 sampai dengan 30 derajat celcius. Selain itu, tempat trsebut memiliki kelembapan udara sekitar 80 sampai dengan 90 persen. Hal yang paling penting bagi tempat tinggal Walet adalah dekat dengan tempat mencari makanannya.

Habitat Walet bukan hanya harus nyaman, melainkan juga aman. Aman yang dimaksud adalah aman dari gangguan binatang predator, telindung dari terpaan angin, hujan, dan terik matahari. Untuk rumah waket, cahaya yang ada tidak boleh melebihi 2fc atau setara dengan cahaya 2 buah lilin.

Tidak heran, jika diperlukan suatu perlakuan khusus untuk memancing Walet dan mengembangan populasinya pada habitat yang baru. Perlakuan khusus yang dimaksud adalah ukuran bangunan, lubang ventilasi, batu-batuan, mesin kabut, batu-batuan, bak tamping air, dan lain-lain.

Makanan Walet

Pada dasarnya, Walet termasuk salah satu burung liar. Meskipun begitu, populasi burung ini yang masih stabil, membuat orang-orang mudah menemukannya. Hal ini terlihat dari banyaknya pecinta burung yang memelihara Walet.

Dalam pemeliharaan, pemilik tentu harus memberikan pakan yang benar. Pakan tersebut sangat membantu dalam perkembangbiakan Walet. Meski begitu, kebiasaan walket untuk mencari makan sendiri di alam, secara alamiah tidak bisa dihilangkan.

Sejak masih kecil, Walet sudah terlatih untuk belajar menangkap makan sendiri sambil terbang. Makanan yang diambil Walet tentu hewan terbang, yaitu serangga. Jadi serangga yang bisa dimakan Walet adalah serangga terbang bukan di tanah.

Jenis serangga yang sangat disukai oleh Walet adalah serangga yang memiliki sayap bening. Serangga yang dimaksud adalah semut bersayap, kumbang, laron, lalat tanaman, belalang, dan lain-lain.

Pada umumnya, serangga-serangga yang dimakan Walet berukuran 0,2 sampai dengan 2,5 milimeter. Untuk itu, sebaiknya tempat yang digunakan untuk mengembangbiakan Walet adalah di daerah yang masih terdapat lahan pesawahan

Jenis serangga yang menjadi pakan Burung Walet di setiap daerah berbeda. Hal inilah yang membuat kualitas sarang Walet menjadi sangat beragam. Untuk membuat sarang Walet dengan kualitas terbaik, pemilik harus memebrikan makanan tambahan. Makanan tambahan bagi Walet bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu jangka panjang dan jangka pendek.

Pemberian makanan tambahan dengan jangka pendek dilakukan dalam waktu 1 sampai dengan 2 hari, cara ini dilakukan dengan menangkap serangga-serangga yang bertebangan di sekitar lingkungan, seperti semurt bersayap. Semut bersayap bisa ditangkap dilubang-lubang dalam tanah.

Bisa juga dengan menangkap wereng dan hama di daerah pesawahan pada siang atau malam hari. Kemudian, untuk laron atau kutu loncat biasanya tersedia dalam jumlah banyak saat musim hujan tiba. Penangkapan serangga-serangga tersebut dilakukan dengan cara manual.

Kemudian untuk pemberikan makanan tambahan dalam jangka panjang dilakukan unruk menghasilkan seranga-serangga dalam waktu lama dan berkelanjutan. Cara ini juga bisa dilakukan untuk mengatasi kekurangan makanan dari alam saatmemasuki musim kemarau. Dalam hal ini, Anda bisa meakukan dengan cara menanam tanaman tumpang sari, membuat kolam, dan budidaya serangga.

Sarang Walet

Sejarah kepopuleran sarang Walet, pertama kali datang dari masyarakat Cina. Kaisar Cina yang terdahulu telah mengetahui cara yang benar untuk memanfaatkan sarang Walet. Sarang Walet tersebut awalnya dimanfaatkan oleh para Kaisar di Cina sebagai salah satu bahan makanan. Sarang Walet paling populer menjadi salah satu bahan makanan dalam bentuk sup.

Di Cina, sup yang dibuat dari sarang Walet dipercaya akan membuat umur seseorang bertambah panjang. Masyarakat Cina mempercayai bahwa kaisar mereka merupakan keturunan dewa dan berumur panjang. Meskipun begitu, kenyataannya masyarakat Cina tetap meanfaatkan khasiat dari sarang Burung Walet untuk kesehatan sang kaisar.

Ketika pertama kali sarang Walet ditemukan, mungkin tidak ada yang berpikir akan bernilai ekonomis sangat tinggi, sarang buung Walet tersebut pada kenyataannya memberi banyak manfaat yang luar biasa untuk kesehatan manusia.

Perlu diketahui, ternyata Walet membuat sarangnya dengan menafaatkan air luur yang kental. Ketika terkena angin, ai liur Walet pun akan mengering, sehingga membentuk sarang. Tidak heran, jika konsep pembuatan sarang Walet bisa dibilang cukup unik

Sarang Burung Walet terbagi menjadi dua jenis, bila dilihat dari warnanya. Pertama, sarang burung putih yang seluruhnya terbuat dari air liur Walet. kedua, sarang burung hitam yang terbuat dari campuran air liur dan bulu-bulu burung. Sarang burung yang berwarna putih harganya lebih mahal dibandingkan sarang burung hitam.

Harga sarang burung putih yang bersih harganya bisa mencapau 14 juta rupiah per kilogram. Sementara itu, sarang burung hitam harganya hanya sekitar 1 sampai dengan 2 juta rupiah per kilogram. Selain kedua jenis tersebut, ada juga sarang yang memiliki serat-serat mentah didalamnya seperti darah. Sarang seperti itu harganya lebih ahal lagi, yaitu mencapai 17 juta per kilogram.

Sejak dahulu, khasiat sarang-sarang burung layang-layang ini memang didapati memiliki dua nilai pemakaman yang tinggi. Kedua faktor tersebut membantu merangsang sel dan penghasilan semua struktur sel badan. Bahkan bisa dikatakan, sarang Burung Walet bermanfaat untuk menghasilkan kulit yang muda, lembut, licin, dan halus.

Selain bermanfat bagi kecantikan, sarang Burung Walet juga mempunyai banyak manfaat lainnya, manfaat tersebut didapat karena sarang Walet mengandung bahan yang memberikan tenaga dan pemulihan dalam. Tidak heran, jika sarang Walet juga digunakan untuk melancarkan sistem aliran darah, supaya lebih lancar.

Berdasarkan penyelidikan modern, hasil yang membuktikan bahwa sarang Walet mengandung mineral dengan kepekatan tinggi, protein aktif, dan protein gelain. Untuk itu, sarang Walet sangt bagus dikonsumsi sebagai produk kesehatan, supaya Anda sehat dan berumur panjang.

Mengonsumsi sarang burung dalam panjang, tentu akan menghasilkan manfaat yang lebih baik lagi. Anda akan mendapatkan ketahanan yang cukup baik terhadap penuaan. Selain itu, sarang Walet juga membuat sistem kekebalan tubuh Anda semakin kuat, sehingga tahan dengan berbagai serangan penyakit.

Sarang Burung Walet juga sangat baik untuk wanita di masa kehamilannya. Dalam masa kehamilan, dengan mengonsumsi sarang Walet maka akan mengurangi rasa sakit di bagian punggung. Selain itu, sarang Walet juga bermanfaat untuk memeperkuat paru-paru bayi yang dikandung. Apabila mengonsumsi secara rutin, akan mempercepat proses penyembuhan setelah melahirkan.

Sarang Burung Walet sangat dianjurkan untuk semua usia, khususnya manula. Bagi manula, sarang Walet bisa bermanfat untuk memperkuat tulang-tulang, sehingga terhindar dari osteoporosis. Jadi, bisa disimpulkan sarang Burung Walet, bukan hanya bermanfaat untuk kecantikan, melainkan juga kesehatan.

Demikianlah artikel mengenai Burung Walet. Mulai dari habitat, makanan, sampai dengan berbagai khasiat yang terkandung dalam sarang Burung Walet. Semoga informasi yang disajikan bermanfaat bagi para pembaca.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here